Senin, 19 September 2016


MASA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA( SMP )

Hari ini Aku bangun terlambat untuk pertama kali-nya. Aku bangkit dari tempat tidur dengan cepat lalu merapikan kamarku,kemudian turun dengan menuruni anak tangga yang setiap hari aku lewati. 30 menit telah berlalu dan aku siap untuk pergi kesekolah di antar oleh kedua orangtuaku. Ternyata saudarahku dan orangtuaku telah pergi saat aku masih di atas kasurku. Dan terpaksa aku harus naik angkutan umum untuk pergi kesekolah . Ternyata angkot 2 tahun yang lalu dengan yang sekarang sudah ada beberapa perbedaan ,seperti sudah ada lampuh hias,musik yang enak di dengar,tempat duduk yang nyaman dan masih banyak lagi.

Aku sampai di depan gerbang sekolahku dan ternyata pintu gerbang telah di tutup oleh pak satpam dan terpaksa aku harus lewat pintu belakang dan menghadapi guru paling cerewet di sekolah. Ternyata Tuhan sedang berpihak kepadaku,guru paling cerewet tidak datang karena ada urusan penting dan aku pun bisa masuk sekolah dengan gampang. Sekarang aku harus menaiki 175 anak tangga dengan cepat dan benar karna aku tahu ada pelajaran penting hari ini.

Sesampai di kelas aku tidak berani masuk karena di dalam kepalah sekolah sedang memberikan arahan penting secara dadakan. Aku sudah menunggu selamah 20 menit dan akhirnya kepalah sekolah keluar dengan membawa banyak kertas putih berisikan tinta hitam. Aku sampai di tempat dudukku dan langsung meletakkan tasku di atas meja. Teman-temanku hanya diam dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Di belakangku sedang ada beberapa murid yang sedang membicarakan hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat dan sepontan aku bilang “ Jangan ribut sebentar lagi guru datang ”. Teman-temanku langsung membuka buku dan pura-pura menulis di atas kertas mereka.

Hari ini ternyata guru-guru sedang rapat dan kami hanya di suruh duduk di kursi masing-masing. Semua perintah memang selalu di langgar. Teman-temanku yang lain lebih memilih keluar dan masuk kekelas lain untuk membuat keributan di kelas yang mereka kunjungi. Dan ke-esokkan harinya mereka semua di hukum di lapangan sekolah. Sepulang sekolah mereka kembali membuat onar,yaitu dengan membuat coretan yang tidak pantas di semua pintu toilet sekolah dan setiap pintu kelas.Mereka ternyata ingin menulis kata “MAAFKAN KAMI SEMUA” dalam bahasa inggris yang salah dan ketika di terjemahkan tidak enak di dengar di telinga. Dan guru-guru telah sepakat untuk memberikan mereka les bahasa inggris sepulang sekolah. Aku memang tidak dekat dengan semua temanku di sekolah. Seminggu kemudian Aku dan temanku dari kelas lain terpilih sebangai peserta seminal kebudayaan di sebuah hotel ternama di Indonesia.

Ke esokkan harinya di jam 13.00 wib kami pulang dengan membawa bekal wawasan tentang Budaya Indonesia di kota Medan dan kami juga di berikan beberapa bingkisa dan uang tunai untuk keperluan sekolah. Sampai di sekolah kami kembali di berikan arahan oleh guru pembina kami sewaktu seminar ” Terimah kasih untuk semua bapak sangat bangga pada kalian” lalu kami pulang ke rumah dan mulai menjadi murid yang cinta akan budaya Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar